Posted by: armalizal | December 20, 2008

Teknik Budidaya Padi

Padi MenguningA.  LATAR BELAKANG
Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berusaha, memenuhi kebutuhan primer  yaitu makanan. Dalam  sejarah hidup manusia dari  tahun ketahun  mengalami  perubahan  yang  diikuti  pula  oleh  perubahan  kebutuhan  bahan makanan pokok. Hal ini dibuktikan dibeberapa daerah yang semula makanan pokoknya ketela, sagu, jagung akhimya beralih makan nasi. Nasi  merupakan  salah  satu  bahan  makanan  pokok  yang  mudah  diolah,  mudah disajikan, enak dan nilai energi yang  terkandung didalamnya cukup  tinggi  sehingga berpengaruh besar terhadap kesehatan.

Fase PremordiaB.  SEJARAH TANAMAN PADI
Padi  termasuk  genus  Oryza  L  yang  meliputi  lebih  kurang  25  spesies,  tersebar didaerah  tropik  dan  daerah  sub  tropik  seperti Asia, Afrika, Amerika  dan Australia. Menurut Chevalier dan Neguier padi berasal dari dua benua Oryza fatua Koenig dan Oryza  sativa  L  berasal  dari  benua  Asia,  sedangkan  jenis  padi  lainya  yaitu  Oryza stapfii Roschev dan Oryza glaberima Steund berasal dari Afrika barat. Padi yang ada sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa  f  spontania. Di  Indonesia  pada mulanya  tanaman  padi  diusahakan  didaerah
tanah  kering  dengan  sistim  ladang,  akhirnya  orang  berusaha memantapkan  basil usahanya dengan cara mengairi daerah  yang curah hujannya kurang. Tanaman padi yang  dapat  tumbuh  dengan  baik  didaerah  tropis  ialah  Indica,  sedangkan  Japonica banyak diusakan didaerah sub tropika.

Sistim Pengairan Padi

C.  ARTI PENTING DAN MANFAAT PADI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
Padi  merupakan  bahan  makanan  yang  menghasilkan  beras.  Bahan  makanan  ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Meskipun padi dapat  digantikan  oleh makanan  lainnya,  namun  padi memiliki  nilai  tersendiri  bagi orang  yang biasa makan nasi dan  tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain.
Padi  adalah  salah  satu  bahan  makanan  yang  mengandung  gizi  dan  penguat  yang cukup bagi  tubuh manusia, sebab didalamnya  terkandung bahan yang mudah diubah menjadi energi. Oleh karena itu padi disebut juga makanan energi. Menurut Collin Clark Papanek, nilai gizi yang diperlukan oleh  setiap orang dewasa adalah 1821 calori yang apabila disetarakan dengan beras maka setiap hari diperlukan beras  sebanyak  0,88  kg.  Beras  mengandung  berbagai  zat  makanan  antara  lain:
karbohidrat,  protein,  lemak,  serat  kasar,  abu  dan  vitamin.  Disamping  itu  beras mengandung  beberapa  unsur  mineral  antara  lain:  kalsium,  magnesium,  sodium, fosphor dan lain sebagainya.

D.  SYARAT TUMBUH
Tanaman  padi  dapat  hidup  baik  didaerah  yang  berhawa  panas  dan  banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik  rata-rata 200 mm per bulan atau  lebih, dengan  distribusi  selama  4  bulan,  curah  hujan  yang  dikehendaki  per  tahun  sekitar 1500  -2000 mm.  Suhu  yang  baik  untuk  pertumbuhan  tanaman  padi  23 C. Tinggi    tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0 -1500 m dpl. Tanah  yang  baik  untuk  pertumbuhan  tanaman  padi  adalah  tanah  sawah  yang kandungan  fraksi  pasir,  debu  dan  lempung  dalam  perbandingan  tertentu  dengan diperlukan air dalam jurnlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18 -22 cm dengan pH antara 4 -7.

BERCOCOK TANAM PADI
Padi  dibudidayakan  dengan  tujuan  mendapatkan  hasil  yang  setinggi-tinginya  dengan kualitas  sebaik mungkin,  untuk mendapatkan  hasil  yang  sesuai  dengan  harapan maka, tanaman  yang akan ditanam harus  sehat dan  subur. Tanaman  yang  sehat  ialah  tanaman yang tidak terserang oleh hama dan penyakit, tidak mengalami defisiensi hara, baik unsur hara  yang  diperlukan  dalam  jumlah  besar  maupun  dalam  jumlah  kecil.  Sedangkan
tanaman subur ialah tanaman yang pertumbuhan clan perkembangannya tidak terhambat, entah oleh kondisi biji atau kondisi lingkungan.

PADI SAWAH

Teknik bercocok tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan
hasil yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan persemaian sampai tanaman itu bisa dipanen. Dalam proses pertumbuhan tanaman hingga berbuah ini harus dipelihara yang baik, terutama harus diusahakan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit yang sering kali menurunkan produksi.

1.  PERSEMAIAN
Membuat  persemaian  merupakan  langkah  awal  bertanam  padi.  Pembuatan persemaian  memerlukan  suatu  persiapan  yang  sebaik-baiknya,  sebab  benih  di persemaian  ini  akan  menentukan  pertumbuhan  padi  di  sawah,  oleh  karena  itu persemian  harus  benar-benar mendapat  perhatian,  agar  harapan  untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.
a.  Penggunaan benih
– Benih unggul
– Bersertifikat
– Kebutuhan benih 25 -30 kg / ha
b.  Persiapan lahan untuk persemaian
– Tanah harus subur
– Cahaya matahari
– Pengairan
– Pengawasan
c.  Pengolahan tanah calon persemaian
– Persemaian kering
– Persemaian basah
– Persemaian sistem dapog
Persemaian Kering
Persemaian kering biasanya dilakukan pada tanah-tanah remah, banyak terdapat didaerah sawah tadah hujan. Persemaian tanah kering harus dilakukan dengan baik yaitu :

–  Tanah dibersihkan dari rumput clan sisa -sisa jerami yang masih tertinggal,
agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit.
–  Tanah  dibajak  atau  dicangkul  lebih  dalam  dari  pada  apa  yang  dilakukan pada  persemaian  basah,  agar  akar  bibit  bisa  dapat memasuki  tanah  lebih dalam, sehingga dapat menyerap hara lebih banyak.
–  Selanjutnya tanah digaru
Areal persemaian yang tanahnya sempit dapat dikerjakan dengan cangkul, yang pada dasarnya pengolahan tanah ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, gar tanah menjadi gembur. Ukuran bedengan persemaian :

– Panjang bedengan  : 500  -600  cm  atau  menurut  kebutuhan,  akan  teta
perlu diupayakan agar bedengan  tersebut  tidak  terlalupanjag
– Lebar bedengan  : 100 -150 cm
– Tinggi bedengan  : 20 -30 cm

Diantara kedua bedengan yang berdekatan  selokan, dengan ukuran  lebar 30-40 cm. Pembuatan selokan ini dimaksud untuk mempermudah :
–  Penaburan benih dan pencabutan bibit
–  Pemeliharaan bibit dipersemaian meliputi :
¨ Penyiangan
¨ Pengairan
¨ Pemupukan
¨ Pemberantasan hama dan penyakit
Persemaian diupayakan lebih dari 1/25 luas sawah yang akan ditanami,
penggunaan benih pada persemaian kering lebih banyak dari persemaian basah.
Persemaian Basah
Perbedaan antara persemaian kering dan basah terletak pada penggunaan air. Persemaian basah, sejak awal pengolahan tanah telah membutuhkan genangan air. Fungsi genangan air:
– Air akan melunakan tanah
– Air dapat mematikan tanaman pengganggu ( rumput )
– Air dapat dipergunakan untuk memberantas serangga pernsak bibit
Tanah yang telah cukup memperoleh genangan air akan menjadi lunak, tanah
yang sudah lunak ini diolah dengan bajak dan garu masing-masing 2 kali.
Namun sebelum pengolahan tanah harus dilakukan perbaikan pematang terlebih dahulu, kemudian petak sawah dibagi menurut keperluan. Luas persemaian yang digunakan 1/20 dari areal pertanaman yang akan ditanami.

Sistem Dapog
Di Filipina telah dikenal cara penyemaian dengan sistem dapog, sistem tersebut di Kabupaten Bantul telah dipraktekan di Desa Pendowoharjo, Sewon. Cara penyemaian dengan sistem dapog :
–  Persiapan persemaian seperti pada persemaian basah
–  Petak yang akan ditebari benih ditutup dengan daun pisang
–  Kemudian  benih  ditebarkan  diatas  daun  pisang,  sehingga  pertumbuhan
benih dapat menyerap makanan dari putik lembaga
–  Setiap hari daun pisang ditekan sedikit demi sedikit kebawah
–  Air dimasukan sedikit demi sedikit hingga cukup sampai hari ke 4
–  Pada  umur  10  hari  daun  pisang  digulung  dan  dipindahkan  kepersemaian yang baru atau tempat penanaman disawah

d.  Penaburan benih
Perlakuan sebagai upaya persiapan Benih terlebih dahulu direndam dalam air dengan maksud :

–  Seleksi terhadap benih yang kurang baik, terapung, melayang harus ibuang
–  Agar terjadi proses tisiologis
Proses tisiologis berarti terjadinya perubahan didalam benih yang akhimya
benih cepat berkecambah. Terserap atau masuknya air kedalam benih akan
mempercepat proses tisiologis Lama perendaman benih
Benih direndam dalam air selama 24 jam, kemudian diperam ( sebelumnya
ditiriskan atau dietus ) Lamanya pemeraman
Benih diperam selama 48 jam, agar didalam pemeraman tersebut benih
berkecambah.  Pelaksanaan menebar benih
Hal- hal yang hams diperhatikan dalam menebar benih adalah :
– Benih telah berkecambah dengan panjang kurang lebih 1 mm
– Benih tersebar rata
– Kerapatan benih harus sama

e.  Pemeliharaan persemaian
1)  Pengairan

Pada  pesemaian  secara  kering Pengairan  pada  pesemaian  kering  dilakukan  dengan  cara mengalirkan  air keselokan yang berada diantara bedengan, agar terjadi perembesan sehingga pertumbuhan  tanaman  dapat  berlangsung, meskipun  dalam  hal  ini  sering kali  ditumbuhi  oleh  tumbuhan  pengganggu  atau  rumput.  Air  berperan menghambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan tanaman pengganggu /  rumput.  Perlu  diketahui  bahwa  banyaknya  air  dan  kedalamanya merupakan  faktor  yang  memperngaruhi  perkembangan  semai,  terutama pada  pesemaian  yang  dilakukan  secara  basah.

Pada  pesemaian  basah
Pengairan pada pesemaian basah dilakukan dengan cara sebagai berikut :
–  Bedengan digenangi air selama 24 jam
–  Setelah genagan itu berlangsung selama 24 jam, kemudian air dikurang
hingga  keadakan macak-macak  (  nyemek-nyemek  ),  kemudian  benih
mulai bisa disebar

Pengurangan air pada pesemaian hingga keadaan air menjadi macak-macak
ini,  dimaksudkan  agar:
0 Benih  yang  disebar  dapat merata  daD mudah melekat  ditanah  sehingga
akar mudah masuk kedalam tanah.

–  Benih tidak busuk akibat genagan air
–  Memudahkan benih bernafas / mengambil oksigen langsung dari udara,
sehingga proses perkecambahan lebih cepat
–  Benih mendapat sinar matahari secara langsung
Agar  benih  dalam  bedengan  tidak  hanyut,  maka  air  harus  diatur  sesuai
dengan  keadaan, misalnya  :  bila  akan  terjadi  hujan maka  bedengan  perlu
digenangi  air,  agar  benih  tidak  hanyut.  Penggenangan  air  dilakukan  lagi
pada saat menjelang pemindahan bibit dari pesemaian kelahan pertanaman,
untuk memudahkan pencabutan.

2)  Pemupukan  dipersemaian
Biasanya  unsur  hara  yang  diperlukan  tanaman  dalam  jumlah  besar  ialah
unsur hara makro. Sedangkan pupuk buatan  / anorganik seperti Urea, TSP
dll diberikan menjelang penyebaran benih dipesemaian, bila perlu diberi zat
pengatur  tumbuh.  Pemberian  zat  pengatur  tumbuh  pada  benih  dilakukan
menjelang benih disebar.
2.  PERSIAPAN DAN PENGOLAHAN TANAH SAWAH
Pengolahan  tanah bertujuan mengubah keadaan  tanah pertanian dengan alat  tertentu hingga memperoleh susunan tanah ( struktur tanah ) yang dikehendaki oleh tanaman.
Pengolahan  tanah  sawah  terdiri  dari  beberapa  tahap  :
a.  Pembersihan
b.  Pencangkulan
c.  Pembajakan
d. Penggaruan
a.  Pembersihan
–  Selokan-selokan  perlu  dibersihkan
– Jerami yang ada perlu dibabat untuk pembuatan kompos
b.  Pencangkulan Perbaikan pematang dan petak sawah yang sukar dibajak
c.  Membajak
–  Memecah tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah
–  Membalikkan  tanah beserta  tumbuhan  rumput  (  jerami  ) sehingga akhirnya membusuk.
–  Proses pembusukan dengan bantuan mikro organisme yang ada dalam tanah
d.  Menggaru
–  Meratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah
–  Pada saat menggaru sebaiknya sawah dalam keaadan basah
–  Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar  lumpur tidak hanyut terbawa air keluar
–  Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan keuntungan
–  Permukaan tanah menjadi rata
–  Air  yang  merembes  kebawah  menjadi  berkurang  -Sisa  tanaman  atau
rumput akan terbenam
–  Penanaman menjadi mudah
–  Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenam

3.  PENANAMAN
Dalam penanaman bibit padi, harus diperhatikan sebelumnya adalah :
a. Persiapan lahan
b. Umur bibit
c. Tahap penanaman
a.  Persiapan lahan
Tanah yang sudah diolah dengan cara yang baik, akhirnya siap untuk ditanami bibit padi.
b.  Umur bibit

Bila umur bibit sudah cukup sesuai dengan jenis padi, bib it terse but segera
dapat dipindahkan dengan cara mencabut bibit
c.  Tahap penanaman
Tahap penanaman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu
1. Memindahkan bibit
2. Menanam
1)  Memindahkan bibit
Bibit dipesemaian yang telah berumum 17-25 hari ( tergantung jenis
padinya, genjah / dalam ) dapat segera dipindahkan kelahan yang telah
disiapkan.

Syarat -syarat bibit yang siap dipindahkan ke sawah :
–  Bibit telah berumur 17 -25 hari
–  Bibit berdaun 5 -7 helai
–  Batang bagian bawah besar, dan kuat
–  Pertumbuhan bibit seragam ( pada jenis padi yang sama)
–  Bibit tidak terserang hama dan penyakit
Bibit yang berumur lebih dari 25 hari kurang baik, bahkan mungkin telah
ada yang mempunyai anakan.

2)  Menanam
Dalam menanam bibit padi, hal- hal yang harus diperhatikan adalah :
a. Sistim larikan ( cara tanam )
b. Jarak tanam
c. Hubungan tanaman
d. Jumlah tanaman tiap lobang
e. Kedalam menanam bibit
f. Cara menanam
a)  Sistim larikan ( cara tanam )
–  Akan kelihatan rapi
–  Memudahkan pemeliharaan terutama dalam penyiangan
–  Pemupukan, pengendalian hama dan penyakit akan lebih baik dan cepat
–  Dan perlakuan-perlakuan lainnya
–  Kebutuhan bibit / pemakaian benih bisa diketahui dengan mudah

b)  Jarak tanam
Faktor yang ikut menentukan jarak tanam pada tanaman padi, tergantung pada :
– .Jenis tanaman
– Kesuburan tanah
– Ketinggian tempat / musim

–  Jenis tanaman

Jenis padi tertentu dapat menghasilkan banyak anakan. Jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih besar, sebaliknya jenis padi yang memiliki jumlah anakan sedikit memerlukan jarak tanam yang lebih sempit.
–  Kesuburan tanah
Penyerapan hara oleh akar tanaman padi akan mempengaruhi penentuan jarak tanam, sebab perkembangan akar atau tanaman itu sendiri pada tanah yang subur lebih baik daTi pada perkembangan akar / tanaman pada tanah yang kurang subur. Oleh karena itu jarak tanam yang dibutuhkan pada tanah yang suburpun akan lebih lebar daTi pada jarak tanam padah tanah yang jurang subur.
–  Ketinggian tempat.
Daerah yang mempunyai ketinggian tertentu seperti daerah pegunungan akan memerlikan jarakn tanam yang lebih rapat dari pada jarak tanam didataran rendah, hal ini berhubungan erat dengan penyediaan air. Tanaman padi varietas unggul memerlukan jarak tanam 20 x 20 cm pada musim kemarau, dan 25 x 25 cm pada musim hujan.

c)  Hubungan tanaman
Hubungan tanaman berkaitan dengan jarak tanam. Hubungan tanaman
yang sering diterapkan ialah :
–  Hubungan tanaman bujur sangkar ( segi empat )
–  Hubungan tanaman empat persegi panjang.
–  Hubungan tanaman 2 baris.

d)  Jumlah tanaman ( bibit ) tiap lobang.
Bibit tanaman yang baik sangat menentukan penggunaannya pada setiap
lubang. Pemakian bibit tiap lubang antara 2 -3 batang
e)  Kedalaman penanaman bibit
Bibit yang ditanam terlalu dalam / dangkal menyebabkan pertumbuhan
tanaman kurang baik, kedalam tanaman yang baik 3 -4 cm.
f)  Cara menanam
Penanaman bibit padi diawali dengan menggaris tanah / menggunakan
tali pengukur untuk menentukan jarak tanam. Setelah pengukuran jarak
tanam selesai dilakukan penanaman padi secara serentak.

4.  PEMELIHARAAN
Meliputi :
a. Penyulaman dan penyiangan
b. Pengairan
c. Pemupukan
a.  Penyulaman dan penyiangan.
Yang harns diperhatikan dalam penyulaman :

–  Bibit yang digunakan harus jenis yang sama
–  Bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang terdahulu
–  Penyulaman tidak boleh melampoi 10 hari setelah tanam.
–  Selain tanaman pokok ( tanaman pengganggu ) supaya dihilangkan.

b.  Pengairan
Pengairan disawah dapat dibedakan :
–  Pengairan secara terns menerus
–  Pengairan secara piriodik

c.  Pemupukan
Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan / produksi, pupuk yang sering digunakan oleh petani berupa :
– Pupuk alam ( organik )
– Pupuk buatan ( an organik )
Dosis pupuk yang digunakan :
–  Pupuk Urea 250 -300 kg / ha
–  Pupuk SP 36 75 -100 kg / ha
–  Pupuk KCI 50 -100 kg / ha
–  Atau disesuaikan dengan analisa tanah

Posted by: armalizal | December 15, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories